NEWTON DAN PRODUKTIVITASNYA KALA WHF
Mingggu kesekian (Sudah terlalu lama, sehingga angka pastinya saya lupa, hehe) setelah diterapkannya aturan Work From Home ataupun Study From Home. Merasakan bosan yang berkepanjangan? Silahkan simak, bagaimana seorang Newton mengemukakan teori-teori cemerlang saat belajar dari rumah.
Salah satu istilah yang sedang Trend di publik saat wabah Corona virus Desease (Covid-19) adalah Work From Home. Dengan diberlakukannya Physical Distancing, memaksa setiap orang untuk bekerja dari rumah maupun belajar dari rumah. Sebenarnya istilah ini sudah banyak diketahui oleh pekerja millennial perusahan startup sebelum pandemi mewabah. Dimana mereka menggunakan jaringan internet untuk terhubung satu sama lain.
Selain diterapkan oleh perusahaan startup. Konsep WFH dan belajar dari rumah ini sudah muncul saat wabah-wabah sebelumnya meluas. Seperti yang terjadi di London pada tahun 1665-1667 saat wabah The Great Plague melanda.
Fakta unik Newton
Ternyata, konsep WHM juga dirasakan oleh Sir Isaac Newton, sang ahli fisika, astronomi, dan matematika. Uniknya ia menemukan hukum grafitasi saat Wabah melanda dan beliau sedang menjalani belajar dari rumah. Nah, apa penyebab Sang Pria yang namanya diabadikan sebagai salah satu hukum fisika itu harus bekerja dan belajar dari rumah? Jawabannya Wabah.
Tentang wabah the great Plague
Dilansir dari Wikipedia The Great Plague atau Wabah besar London adalah wabah penyakit yang melanda Inggiris Raya. Wabah ini disebabkan oleh Bakteri Yersina Pestis yang menginfeksi. Wabah ini merupakan kelanjutan dari wabah Pes atau yang lebih dikenal dengan “Maut Hitam” yang melanda Eropa pada tahun 1347-1353 atau 300 tahun sebelum wabah The Great Plague melanda London.
Tidak tanggung-tanggung wabah ini membunuh 100 ribu manusia dalam rentang waktu 18 bulan. Maka dari itu,kegiatan pembelajaran di kampus, sekolah maupun kegiatan kerja di kantor masing-masing harus dipindahkan di rumah masing-masing. Hampir sama seperti yang kita alami sekarang.
Dalam kondisi tersebut Isaac Newton mengungsi ke rumahny di Woolsthorpe di Manor saat kampusnya menyarankan agar setiap mahasiswa untuk pulang di kampung masing-masing. Saat itu Newton masih menjadi seorang Mahasiswa di Trinity Collage, Cambride. Newton terpaksa belajar dari rumah tanpa bantuan Professor sama sekali.
Apa yang dilakukan Newton?
Dilansir dari Washington Post dalam idntimes.com bahawasnya produktifitas Newton lebih meningkat. Walaupun tanpa bantuan professor sama sekali, Newton mengerjakan pekerjaan rumahnya untuk di kerjakan setiap harinya. Ia menghabiskan waktu untuk menghasilkan berbagai teori.
Saat itu menjadi tahun keajaiban baginya atau annus mirabilus. Bagaimana tidak, seorang Newton yang tidak pernah melakukan hal Istimewa di kampusnya, dengan adanya WFH ia menghasilkan gebrakan-gebrakan teori yang sampai sekarang masih digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Apa yang Newton temukan?
Pertama, Kalkulus. Siapa sih, yang tidak mengenal kalkulus. Sebuah materi Matematika yang bisa membuat otak meledak untuk memahaminya (sepertinya terlalu hiperbola). Nah, sebuah permasalahan matematika yang belum terselesaikan ketika wabah London menyerang harus di bawa pulang oleh Newton untuk memecahkannya di rumahnya. Newton berhasil, ia menuangkannya dalam bentuk Makalah. Sehingga makalah tersebut menjadi asal muasal pelajaran kalkulus yang menjadi pelajaran matematika yang tetap eksis sampai sekarang ini.
Kedua, Teori Optik. Wabah belum berakhir saat Newton selesai dengan tugas matematikanya. Sehingga untuk mengisi waktunya, ia melakukan eksperimen dengan prisma yang ada di kamarnya. Eksperimen ini hanya sebuah eksperimen biasa. Tapi, siapa sangka ia terlalu serius bahkan sampai melubangi jendela kamarnya sebagai sebuah percobaan. Hingga akhirnya tercetus sebuah teori optik yang hadir karena kebosanan yang dialami seorang ahli fisika kala pandemi.
Ketiga, teori Gravitasi. Cerita ini merupakan bagian yang paling populer seorang Newton. Sebuah teori yang muncul akibat sebuah apel yang jatuh menimpa kepalanya saat ia sedang bersantai di bawah pohon. Ternyata, Cerita tersebut terjadi saat Newton berada di halaman rumahnya ketika wabah. Waktu yang sama ketika ia juga menemukan Kalkulus dan Teori optik.
Nah, itu tadi kisah seorang Sir Isaac Newton yang tetap produktif kala di rumah saja. Keterbatasan tidak pernah menghalaginya untuk tetap berfikir mencetuskan teori-teori baru. Meneladani sikap Newton yang mengisi setiap waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat.
Apa yang sudah kita hasilkan kala di rumah aja? Silahkan tanyakan kepada diri masing-masing. Paling tidak di bulan yang suci ini, konsep Di rumah saja, baik bekerja, belajar, dan ibadah, dilakukan secara maksimal, bagaimana mengisi waktu kosong dengan ibadah-ibadah yang bisa menambah keberkahan bulan suci.
Saya tutup tulisan ini dengan sepenggal Kalimat dari Sir Isaac Newton.
“Jika saya menunggu orang lain untuk membuat alat-alat yang saya butuhkan, saya tidak akan pernah membuat apa pun.”
Regards,
Fadli Ansar

Komentar
Posting Komentar