PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI : Pengertian, Komponen, Sifat, Prinsip, Karakteristik, Fungsi, Tujuan, Teknik, serta Komunikasi Yang Efektif
Assalamualaikum WR.
WB.
Kali ini dalam artikel Saya akan membahas tentang
Komunikasi, mulai dari Pengertian, Komponen, sifat, karakteristik,
prinsip-prinsip, fungsi dan tujuan, teknik, hingga apa itu komunikasi yang
efektif.
Artikel ini Saya tulis sebagai tugas Mata Kuliah
Pengantar Ilmu Komunikasi.
Nama: Fadli Ansar
NIM : C1F119002
Prodi: Perpustakaan dan Ilmu Informasi UHO
sumber gambar: ujiansma.com
A. Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
Ada banyak
sekali pengertian komunikasi menurut para ahli yang tersebar di internet. Nah
berikut Fadli akan berikan 7 Pengertian
Komunikasi menurut para ahli yang dilansir dari website pakarkomunikasi.com
1.
Raymond
S. Ross
Menurut
Raymond S. Ross komunikasi dapat diartikan sebagai proses menyortir, memilih
dan mengirimkan simbol-simbol. Proses tersebut dilakukan sedemikian agar dapat
membantu pendengarnya untuk membangkitkan makna atau respons yang serupa dengan
yang dimaksudkan komunikator dari pikirannya.
2.
Rogers
& D. Lawrence Kincaid
Menurut
Rogers & D. Lawrence Kincaid, komunikasi merupakan suatu proses pertukaran
informasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, yang pada gilirannya akan
memunculkan saling pengertian yang sifatnya mendalam.
3.
Shannon
& Weaver
Shannon
& Weaver mendefinisikan komunikasi sebagai bentuk interaksi manusia, dimana
secara sengaja maupun tidak disengaja terjadi upaya saling mempengaruhi antara
satu dengan yang lainnya. Bentuk interaksi ini tidak sebatas penggunaan bahasa
verbal, namun juga dalam bentuk ekspresi muka, lukisan, seni, atau teknologi.
4.
Steven
Dalam
buku ‘Pengantar Ilmu komunikasi’ karangan Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.
dinyatakan bahwa Steven mendefinisikan komunikasi sebagai reaksi yang diberikan
suatu organisme terhadap suatu objek atau stimuli. Reaksi ini dapat terjadi
kapan saja, dan berasal dari seseorang atau lingkungannya.
5.
Stewart
L. Tubbs & Sylvia Moss
Stewart
L. Tubbs dan Sylvia Moss, dalam buku ‘Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar;
mengemukakan bahwa komunikasi merupakan suatu proses makna, yang terjadi
diantara dua orang atau lebih.
6.
William
Albig
Dalam
buku ‘Komunikasi, Persuasi, & Rektorika’, William Albig menyatakan bahwa
komunikasi merupakan suatu proses pengoperan lambang yang berarti, yang terjadi
antara individu dengan individu lainnya.
7.
William
I. Gordon
Dalam
buku ‘Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar’, secara ringkas William I. Gordon
mendefinisikan komunikasi sebagai suatu transaksi dinamis yang melibatkan
gagasan dan perasaan.
Komunikasi
adalah pross pengiriman berita/pesan dari komunikator ke komunikan
B.
KOMPONEN DAN SIFAT
KOMUNIKASI
Dalam komunikasi ada beberapa komponen yang harus ada
sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lancer, berikut komponen komunikasi
yang dikutip dari www.pakarkomunikasi.com:
1.
Komunikator
/Sumber/Pengirim Pesan (Communicator/Source/Sender)
Dalam
proses komunikasi, yang menjadi sumber komunikasi adalah sender atau pengirim
pesan. Komunikator adalah seseorang yang mengirimkan pesan. Terdapat beberapa
faktor dalam diri komunikator yang menentukan efektivitas komunikasi yaitu
sikap komunikator dan pemilihan berbagai simbol yang penuh makna. Yang dimaksud
dengan sikap komunikator adalah bahwa komunikator harus memiliki sikap yang
positif. Sementara itu, yang dimaksud dengan pemilihan berbagai simbol yang
penuh makna yang dilakukan oleh komunikator adalah bahwa pemilihan
simbol-simbol yang tepat bergantung pada siapa yang menjadi khalayak sasaran
dan bagaimana situasi lingkungan komunikasi.
Contohnya: Kita yang ingin
yang menyampaikan pesan maka kita adalah seorang komunikator
Dengan
demikian, untuk menjadi komunikator yang baik, terdapat beberapa hal yang harus
kita pertimbangkan, diantaranya adalah :
a) kita
harus mengenali siapa yang menjadi komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran.
b) pesan
yang akan kita kirimkan kepada komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran harus
jelas.
c) kita
juga harus memahami mengapa kita mengirimkan pesan kepada komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran.
d) hasil
apakah yang kita harapkan.
2.
Pesan
(Message)
Yang
dimaksud dengan pesan adalah informasi yang akan kita kirimkan kepada
komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Pesan yang kita kirimkan dapat
berupa pesan-pesan verbal maupun pesan nonverbal. Agar pesan menjadi efektif,
maka komunikator harus memahami sifat dan profil komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran, kebutuhan khalayak sasaran, serta harapan dan
kemungkinan respon yang diberikan oleh komunikate/penerima pesan/khalayak
sasaran terhadap pesan yang dikirimkan.
Hal
ini sangat penting baik dalam komunikasi tatap muka maupun komunikasi bermedia.
Tanpa adanya pesan, maka kita tidak memiliki alasan untuk melakukan komunikasi.
Jika kita tidak dapat mengemas informasi dengan baik, maka kita belum siap
untuk memulai proses komunikasi
Contoh
pesan seperti, berita, pengumuman, informasi dll
3.
Encoding
Encoding
adalah proses mengambil pesan dan mengirim pesan ke dalam sebuah bentuk yang
dapat dibagi dengan pihak lain. Informasi yang akan disampaikan harus dapat
di-encode atau dipersiapkan dengan baik. Sebuah pesan harus dapat dikirimkan
dalam bentuk dimana komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran mampu melakukan
decode atau pesan tidak akan dapat dikirimkan.
Untuk
dapat melakukan encode sebuah pesan, maka kita sebagai komunikator harus
memikirkan apa yang komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran butuhkan agar
dapat memahami atau melakukan decode sebuah pesan. Kita harus menggunakan
bahasa yang dapat dengan mudah dimengerti dan konteks yang dikenal baik oleh
komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Orang yang melakukan encode disebut
dengan encoder.
Contoh:
saat kita ingin mendengarkan informasi atau pesan yang ingin teman kita
sampaikan, maka itulah yang disebut encoding.
4.
Media
atau Saluran Komunikasi (Channel)
Media
atau saluran komunikasi adalah media atau berbagai media yang kita gunakan
untuk mengirimkan pesan. Jenis pesan yang kita miliki dapat membantu kita untuk
menentukan media atau saluran komunikasi yang akan kita gunakan. Yang termasuk
ke dalam media atau saluran komunikasi adalah kata-kata yang diucapkan, kata-kata
yang tercetak, media elektronik, atau petunjuk nonverbal. Dalam komunikasi
modern, yang dimaksud media atau saluran komunikasi sebagian besar merujuk pada
media komunikasi massa seperti radio, televisi, dan lain-lain serta internet
sebagai media komunikasi. Pemilihan media atau saluran komunikasi yang tepat
dapat menentukan sukses tidaknya komunikasi yang kita lakukan, contoh media
yaitu, televise, telephon, smartphone, surat dll.
5.
Decoding
Decoding
terjadi ketika komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran menerima pesan yang
telah dikirimkan. Dibutuhkan keterampilan komunikasi untuk melakukan decode
sebuah pesan dengan baik, kemampuan membaca secara menyeluruh, mendengarkan
secara aktif, atau menanyakan atau mengkonfirmasi ketika dibutuhkan.
Jika
sebagai komunikator kita menemui orang yang mengalami kesulitan atau kelemahan
dalam keterampilan komunikasi, maka kita perlu untuk mengirim ulang pesan
dengan cara berbeda. Atau, kita dapat membantu komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran untuk memahami pesan dengan cara memberikan informasi
tambahan yang bersifat menjelaskan atau mengklarifikasi. Orang yang menerima
pesan disebut dengan decoder.
6.
Komunikate/Penerima
pesan (Communicatee/Receiver)
Komunikasi
tidak akan terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika
komunikate/penerima pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan
pesan, dan memberikan makna terhadap pesan yang diterima. Komunikasi dapat
dikatakan berhasil manakala komunikate/penerima pesan/ menerima pesan sesuai
dengan apa yang diinginkan oleh komunikator. Contoh komunikator yaitu orang
yang ingin mendengar pengumuman, atau orang yang di beri informasi.
7.
Umpan
Balik (Feedback)
Apapun
media atau saluran komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan, kita
dapat menggunakan umpan balik untuk membantu kita menentukan sukses tidaknya
komunikasi yang kita lakukan. Jika kita berada dalam komunikasi tatap muka
dengan komunikate/penerima pesan, maka kita dapat membaca bahasa tubuh dan
memberikan pertanyaan untuk memastikan pemahaman. Jika kita berkomunikasi
secara tertulis maka kita dapat mengetahui sukses tidaknya komunikasi melalui
respon atau tanggapan yang kita peroleh dari komunikate/penerima pesan.
Dalam
beberapa kasus, umpan balik memiliki peran yang tak ternilai dalam membantu kita
sebagai komunikator untuk memperbaiki keterampilan komunikasi. Kita dapat
belajar apa yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak sehingga kita dapat
berlaku secara efisien ketika kita melakukan komunikasi di lain waktu. Contohnya,
setelah kita mendengar informasi kita ingin menyanggah lawan bicara disitu ada
umpan balik terhadap pesan yang disampaikan.
8.
Konteks
(Context)
Yang
dimaksud dengan konteks dalam proses komunikasi adalah situasi dimana kita
melakukan komunikasi. Konteks dapat berupa lingkungan dimana kita berada dan
dimana komunikate/penerima pesan berada, budaya organisasi, dan berbagai unsur
atau elemen seperti hubungan antara komunikator dan komunikate. Komunikasi yang
kita lakukan dengan rekan kerja bisa jadi tidak sama jika dibandingkan dengan
ketika kita berkomunikasi dengan atasan kita. Sebuah konteks dapat membantu
menentukan gaya kita berkomunikasi.
9.
Gangguan
(Noise)
Dalam
proses komunikasi, gangguan atau interferensi dalam proses encode atau decode
dapat mengurangi kejelasan komunikasi. Gangguan dalam proses komunikasi dapat
berupa gangguan fisik seperti suara yang sangat keras, atau perilaku yang tidak
biasa. Gangguan dalam proses komunikasi juga dapat berupa gangguan mental,
gangguan psikologis, atau gangguan semantik. Dalam proses komunikasi, gangguan
dapat berupa segala sesuatu yang dapat mengganggu dalam proses penerimaan,
penafsiran, atau penyediaan umpan balik tentang sebuah pesan. Contoh saat kita
tidak mendengar apa yang diucapkan oleh lawan bicara karena terlalu bising.
10.
Efek
(Effect)
Yang
dimaksud dengan efek dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang
ditimbulkan komunikasi yang dapat berupa sikap atau tingkah laku
komunikate/penerima pesan. Komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila sikap
serta tingkah laku komunikate/penerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan
oleh komunikator. Namun, apabila efek yang diharapkan oleh komunikator dari
komunikate/penerima pesan tidak sesuai maka dapat dikatakan komunikasi menemui kegagalan.
Contoh, setelah kita berdiskusi maka ada yang berubah dalam diri kita misalnya
lebih rajin ibadah karena telah mendengarkan materi ceramah.
Sifat Komunikasi
Tatap Muka (face to
face)
Komunikasi yang dilakukan 2 orang atau lebih dengan cara
komunikasi secara langsung (bertemu/tatap muka) tanpa melalui perantara/media
apapun. komunikasi yang dilakukan di mana komunikator berhadapan langsung
dengan komunikannya memungkinkan respon yang langsung dari keduanya.
contoh : saat bertemu dan menanyakan kabar, dll
Bermedia (mediated)
adalah komunikasi yang menggunakan media seperti
handphone, surat, komputer, dan lain-lain. contoh : saat mengirm pesan
menggunakan handphone via sms, dll.
Verbal (verbal)
komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan
simbol-simbol verbal. komunikasi ini dapat berupa ucapan langsung dari
komunikator (oral) juga berupa pesan yang dikomunikasikan lewat tulisan oleh
komunikator . Contohnya; saat kita berkomunikasi dengan suara atau berbicara.
Nonverbal
(non-verbal)
komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dimana
pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.contoh komunikasi nonverbal
adalah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata,
penggunaan objek seperti : pakaian, potongan rambut, dsb, simbol-simbol, serta
cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan
gaya berbicara.
C.
PRINSIP
DAN KARAKTERISTIK KOMUNIKASI
Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan
definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang
dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B.
Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard
E.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu
prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan
sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
Prinsip 1 :
Komunikasi adalah suatu proses simbolik
Komunikasi
adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu
titik, tetapi terus berkelanjutan.
Prinsip 2 : Setiap
perilaku mempunyai potensi komunikasi
Setiap
orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud
mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut
sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah
(komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu
stimulus.
Prinsip 3 :
Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan
Setiap
pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita
bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan
proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas
berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.
Prinsip 4 :
Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Setiap
tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari
tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak
direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan
secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul
disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai)
Prinsip 5 :
Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Pesan
komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun
non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung,
kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.
Prinsip 6 :
Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Tidak
dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang
berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa
pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka
orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat
seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.
Prinsip 7 :
Komunikasi itu bersifat sistemik
Dalam
diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang
budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang
berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal
seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi
mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.
Prinsip 8 : Semakin
mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi
Jika
dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang
sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk
saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap
simbol-simbol yang saling dipertukarkan.
Prinsip 9 :
Komunikasi bersifat nonsekuensial
Proses
komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan
respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima
dan dimengerti.
Prinsip 10 :
Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
Konsekuensi
dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis
dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara
pihak-pihak yang melakukan komunikasi.
Prinsip 11 :
komunikasi bersifat irreversible
Setiap
orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa
terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak
dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka
efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.
Prinsip 12 :
Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah
Dalam
arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan
untuk menyelesaikan masalah
KARAKTERISTIK
KOMUNIKASI
Dari definisi-definisi para ahli komunikasi yang saling
melengkapi, maka karakteristik komunikasi massa dibagi menjadi delapan
(Elvinaro, Lukiati, Siti, 2004: 7):
1.
Komunikator Terlembagakan
Karakteristik
yang pertama adalah si pemberi pesan (komunikator), komunikasi massa harus
dilakukan oleh lembaga/ organisasi yang cukup kompleks.
2.
Pesan Bersifat Umum
Pesan
komunikasi massa bersifat umum. Pesannya dapat berupa fakta, peristiwa atau
opini. Ini disebabkan karena komunikasi massa bersifat terbuka dan ditujukan
untuk masyarakat luas.
3.
Komunikannya Anonim dan Heterogen
Dalam
komunikasi massa, komunikator (pemberi pesan) tidak mengenal komunikannya
(penerima pesan). Karena proses komunikasi tidak secara langsung tatap muka,
melainkan menggunakan media massa. Yang dilakukan komunikator adalah
mengelompokkan komunikan yang anonim tersebut; usia, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan, latar belakang ekonomi, budaya, agama, dll.
4.
Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Komunikasi
massa dengan daya penyebaran pesannya yang cukup luas dan bahkan tidak terbatas
memiliki kelebihan, yaitu mampu memberikan informasi yang seragam dalam waktu
bersamaan kepada komunikannya.
5.
Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Prinsip
komunikasi adalah bahwa komunikasi mempunyai dimensi isi dan hubungan (Mulyana,
2009: 99). Sedangkan dalam konteks komunikasi massa, komunikator tidak harus
mengenal dulu komunikannya seperti pada komunikasi antarpersona. Yang palling
penting adalah bagaimana pesan tersebut disusun secara sistematis dan mudah
dipahami.
6.
Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Komunikator
aktif menyampaikan pesan, komunikan aktif juga menerima pesan. Namun, keduannya
tidak dapat melakukan dialog sebagaimana komunikasi antarpersona. Berarti
komunikasi massa bersifat satu arah.
7.
Stimulasi Alat Indra Terbatas
Berbeda
dengan komunikasi antarpersona yang dapat mengoptimalkan seluruh alat indra,
komunikasi massa terbilang cukup terbatas. Penggunaan alat indra tergantung
pada jenis media massa.
8.
Umpan Balik Tertunda dan Tidak Langsung
Umpan
Balik (Feedback) adalah faktor penting dalam proses komunikasi antarpersona,
komunikasi kelompok, dan komunikasi massa. Namun, komunikasi massa memiliki
umpan balik yang tertunda (delayed). Hal tersebut dikarenakan prosesnya yang
tidak secara langsung bertatap muka antara komunikator dan komunikan.
Feedback dari komunikan dapat dilakukan
menggunakan pesawat telepon, email, sms, dll (itu dikatakan tertunda atau tidak
langsung).
D.
FUNGSI,
TUJUAN, DAN TEKNIK KOMUNIKASI
Ø FUNGSI KOMUNIKASI
Dilansir
dari www.yuksinau.id Fungsi dari
komunikasi yang dapat diambil dari kehidupan sehari-hari adalah:
Sebagai Informasi:
Komunikasi menyajikan suatu informasi yang diperlukan dari setiap individu
maupun kelompok dalam mengambil suatu keputusan dengan meneruskan data untuk
menilai beberapa pilihan yang akan diputuskan.
Sebagai Kendali:
Fungsi komunikasi sebagai kendali memiliki arti bahwa komunikasi berperan untuk
mengontrol perilaku orang lain maupun anggota dalam beberapa cara yang wajib
dipatuhi oleh semua pihak.
Sebagai Motivasi:
Komunikasi memberikan dalam hal memotivasi melalui penjelasan yang dilakukan
oleh para motivator.
Ø TUJUAN KOMUNIKASI
1) Hal yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh
komunikan. Tugas komunikator adalah harus menjelaskan pesan utama dengan jelas
dan sedetail mungkin.
2) Orang lain bisa memahaminya. Dengan melakukan komunikasi,
setiap individu dapat memahami individu lainnya dengan kemampuan mendengar
tentang suatu hal yang sedang dibicarakan orang lain.
3) Supaya apa yang disampaikan dapat diterima orang lain.
Komunikasi serta pendekatan persuasif adalah cara agar sebuah gagasan mudah
diterima oleh orang lain.
4) Bertujuan menggerakkan orang lain untuk melakukan suatu
hal sesuai dengan keinginan komunikator
Ø
TEKNIK KOMUNIKASI
Teknik
berkomunikasi/bicara diperlukan untuk membuat pendapat, gagasan atau ide
tersampaikan dengan baik kepada lawan bicara. Berikut merupakan teknik dalam berkomunikasi
dilansir dari direktoritraining.com:
1. Kesan antusias
Komunikasi
2 arah yang terjadi membutuhkan perhatian dari lawan bicara. Perlihatkan
keseriusan dan antusiasme ketika berbicara atau ketika lawan bicara memberi
respon pembicaraan dengan pendapat, saran ataupun kritik mereka. Hal itu akan
membuat lawan bicara merasa dihargai dan bisa fokus sepenuhnya pada
pembicaraan.
2. Perhatikan bahasa tubuh
Baik
sebagai pembicara atau pendengar, bahasa tubuh yang baik tentu akan
memperlihatkan kesan yang baik pula. Jangan terkesan acuh atau terlalu arogan
dalam berkomunikasi. Perlihatkan bahasa tubuh yang menyenangkan sehingga lawan
bicara akan tertarik bergabung dalam pembicaraan.
3. Kontak mata
Buka
berarti harus melotot atau melihat dengan pandangan tajam pada lawan bicara,
tapi kontak mata ini dimaksudkan agar lawan bicara sadar bahwa pembicaraan
tersebut penting dan membutuhkan perhatian dari lawan bicara.
4. Berbicara dengan energy
Lawan
bicara akan tertarik dengan tema yang dibicarakan jika disampaikan dengan penuh
semangat. Siapa yang akan mau mendengarkan orang yang berbicara dengan nada
bosan, lemah dan tidak fokus? Ingat bahwa semangat bisa menular dan ketika
berbicara dengan penuh semangat tentu lawan bicara akan membalas dengan
“semangat” pula untuk mendengarkan.
5. Ekspresi yang tepat
Untuk
mengajak lawan bicara masuk dalam pembicaraan tentu lebih dulu memberikan
ekpresi yang tepat. Sebuah senyuman misalnya, bisa memberikan kesan positif dan
membuat lawan bicara merasa nyaman. Begitu pula dengan anggukan dan gelengan,
bisa lebih memperjelas maksud dari pembicaraaan yang disampaikan.
E.
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan
komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh
karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune”
,yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang
disampaikan.
Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi
menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat
menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang
baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan
Komunikasi yang efektif dapat berjalan dengan lancar bila
memenuhi berbagai persyaratan. Persyaratan tersebut antara lain adalah sebagai
berikut:
1. Persepsi atau pandangan
Komunikasi
harus memperkirakan apakah pesan-pesan yang akan disampaikannya dapat diterima
komunikan dengan tepat.
2. Ketepatan
Komunikasi
dapat mencapai sasaran bila komunikator dapat mengekspresikan atau menuangkan
hal yang ingin disampaikan sesuai dengan kerangka berfikir komunikan. Apabila
hal ini tidak sesuai maka terjadi miscomunication.
3. Kredibilitas
Dalam
komunikasi, komunikator harus mempunyai keyakinan bahwa komunikannya termasuk
orang yang dapat dipercaya.
4. Pengendalian
Ketika
berkomunikasi, komunikan tentunya akan memberikan tanggapan terhadap pesan yang
disampaikan. Reaksi komunikan tergantung pada berhasil atau tidaknya komunikator
mengendalikan komunikator pada saat melakukan komunikasi.
5. Kecocokan atau keserasian
Yang
dimaksud dengan kecocokan disini adalah apabila komunikator dapat menjaga
hubungan persahabatan yang menyenangkan dengan komunikan sehingga komunikasi
dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan.
Seorang
komunikator dapat dikatakan baik, jika menghormati dan berhasil memberi kesan
yang baik kepada komunikan
CONTOH KOMUNIKASI EFEKTIF
Contoh komunikasi effektif
yaitu ketika seorang Guru dan sekelompok murid sedang melakukan Proses belajar
mengajar dikelas, saat akhir pembelajaran semua murid paham atas materi yang
diberikan oleh sang guru, dan sang guru bisa menjawab pertanyaan yang diajukan
oleh para murid apabila murid belum mengerti.
Daftar Referensi
https://pakarkomunikasi.com/komponen-komponen-komunikasi
http://ratnawulandari12.blogspot.com/2014/05/sifat-komunikasi.html?m=1
https://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/prinsip-prinsip-komunikasi/
https://portal-ilmu.com/pengertian-dan-karakteristik-komunikasi-massa/
https://www.yuksinau.id/pengertian-komunikasi/
http://direktoritraining.com/beberapa-teknik-berkomunikasi-dengan-baik/
https://edoparnando27.wordpress.com/komunikasi-efetif/
https://www.anugerahdino.com/2016/01/syarat-syarat-komunikasi-yang-efektif.html?m=1

Komentar
Posting Komentar