Mengurangi Kejenuhan di Kala Pandemi dengan Perpustakaan Digital
www.gambaranimasi.pro
Perpustakaan digital merujuk kepada dua kata yaitu Perpustakaan dan digital. Perpustakaan menurut Sulistyo Basuki (1991) Yaitu sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata aturan tertentu yang digunakan pembaca, bukan untuk dijual. Sedangkan definisi digital menurut Tom E. Rolnicky adalah kata, gambar, dan grafis yang dideskripsikan dalam bentuk numeris (angka 1 dan 0) melalui piranti computer. Dalam hal ini Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang koleksi di dalamnya dapat diakses secara digital melalui sebuah perangkat komputer.
Saat pemerintah menerapkan Phisichal distancing dan #dirumahaja,hal ini membatasi ruang gerak masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan. Maka dari itu perpustakaan digital menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi asupan dari kebutuhan membaca.
Ada banyak sekali Aplikasi perpstakaan digital yang bisa menjadi wahana penyedia bacaan yang menarik. salah satunya aplikasi yang diluncurkan oleh Perpustakaan Nasional, yaotu iPusnas. Menurut Syarif Bando yang dilansir dari wartaekonomi.co.id pengguna layanan perpusnas mengalami kenaikan yang signifikan, bahkan setiap minggunya terjadi peningkatan sebesar 130 %.
Sedangkan antusiasme pengunduhan aplikasi iPusnas mengalami perlonjakan yang tajam, pada periode 29 Maret – 4 April mencapai 42.645 unduhan. Sangat berbeda jauh pada periode sebelumnya 8-14 maret yang hanya 8.238 unduhan.
Selain aplikasi iPusnas, sebagai masyarakat Sulawesi Tenggara juga harus bergembira dengan hadirnya iSultra, Sebuah layanan perpustakaan digital oleh Dinas perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Tenggara. Aplikasi ini merupakan aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial yang dilengkapi dengan yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menikmati buku elektronik secara gratis baik dalam jaringan maupun luar jaringan.
Aplikasi yang di Update 26 April 2020 ini di Google Play store belum mendapat respon yang banyak dari masyarakat Sulawesi Tenggara, ditandai dengan sedikitnya jumlah unduhan pada aplikasi tersebut. Melalui Google Play store dapat dilihat aplikasi ini semenjak dirilisnya baru memiliki lebih dari 10 unduhan. Maka dari itu, dengan tulisan ini saya berharap kepada masyarakat Suktra untuk lebih memanfaatkan fasilitas iSultra ini.
Berbeda dengan iPusnas, sependek pengamatan saya koleksi iSultra belum begitu banyak. Variasi koleksi yang belum begitu beragam. Sehingga di dalam iSultra yang tersediah masih berupa koleksi buku teks sekolah. Walaupun demikian, aplikasi ini sangat cocok untuk siswa yang sedang menerapkan proses learn from home.
Selain aplikasi tersebut masih banyak platform yang disediakan sebagai perpustakaan digital. Seperi iJakarta, iJateng, iBombana, iKaltim, iAceh, eLibrary SKKmigas, iJambi, iPusdikBSSN, BSE, dan masih banyak Aplikasi Perpustakaan Digital lainnya yang disediakan oleh Pemerintah daerah melalui dinas perpustakaan maupun instansi pemerintahan lainnya.
Perpustakaan digital merupakan salah satu wahana untuk megurangi kejenuhan selama pandemik. Hal ini sesuai dengan salah satu fungsi perpustakaan yaitu fungsi rekreasi, dimana perpustakaan sebagai sarana untuk memberikan hiburan kepada pembacanya. Masyarakat dapat menggunakan aplikasi-aplikasi di atas sebagai sumber bacaan dan sumber informasi.
Sekian dan terima kasih, semoga umat manusia berbahagia.
Regards,
Fadli Ansar

Komentar
Posting Komentar