Kamboja Di Atas Nisan Karya: HERMAN R.N Diterbitkan di KOMPAS, 5 JANUARI 2019 TUBUHNYA gemetar. Perlahan tangan perempuan itu berge- rak, menyusuri lekuk-lekuk batu tanah gundukan di hadapan- nya. Tangannya yang sebelah lagi meremas-remas tanah. Badan- nya kian bergetar hebat tatkala ia berusaha menahan air yang nya- ris melabrak kelopak matanya. “Ibu, apa karena kita perempuan?” lirihnya. Gadis itu menghela napas. Kamboja, demikian namanya. Ia anak tunggal. “Ibu, kau sudah melahirkanku dalam keadaan susah payah. Saat itu kita harus mengungsi karena kampung kita dida- tangi kelompok bersenjata. Orang-orang kampung kita pun diklaim sebagai pemberontak. Ibu lari terbirit-birit sambil membawaku da- lam perut ibu. Begitu cerita yang kudengar dari Nek Mah, bidan kampung kita,” ucapnya sambil menahan tangis. Kamboja dilahirkan dalam hutan di pinggir kampungnya. Saat itu, mereka mengungsi hingga empat puluh hari. Ia lahir pada hari kelima di pengungsian. Saat itu, ibu Ka...